Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin
“Jawaban yang tepat.”
Hening kembali hadir.
“Nadira,” ucap Arka lebih rendah, “kalau nanti… kamu merasa ingin kembali—”
“Saya akan kembali karena pilihan,” potong Nadira lembut. “Bukan karena diselamatkan.”
Sudut bibir Arka terangkat tipis. “Aku tahu.”
Hari terakhir tiba.
Kantor berjalan seperti biasa. Tidak ada perpisahan besar. Tidak ada pidato. Nadira berpamitan satu per satu—singkat, rapi, dewasa.