Cinta Untuk Regan
Tak berselang lama ponselku berdering, panggilan yang sama dari nomor tak dikenal, hingga berulang beberapa kali.
“Udahlah angkat aja kenapa sih,” ujar Rania.
Aku menghela nafas dan menggeser tombol hijau. “Halo, siapa?” tanyaku.
“Niat banget buat aku nunggu di luar, kamu enggak keluar-keluar,” ucap Regan di seberang telepon, terlihat begitu kesal.
“Siapa yang nyuruh, aku juga enggak nyuruh.” Kumatikan teleponnya. Aku tersenyum puas.
Bab Populer