Luka Seorang Istri
Dunia memang lucu, kejadian seperti ini pun terulang.
Saat masuk kamar Dilra sudah terlelap di ranjang, kulayangkan kecupan ke keningnya, dia sedikit menggeliat. Lucu sekali. Seraya merapikan anak-anak rambutnya yang berantakan. Lagi-lagi bibir ranum Dilra yang basah itu sedikit terbuka, bagai kuncup bunga yang baru mekar, indah, juga cantik. Hingga mampu mengundang kumbang hinggap di sana. Tanpa sadar aku malah mengecup bibirnya, tapi siapa sangka Dilra malah membalasnya. Membuatku langsung menarik diri.
“Eh bangun, Dil?”