Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hanya Dirimu

Hanya Dirimu

"Dengan dirimu kini kubahagia Tak henti kau berbagi canda tawa .... Hilangkan gairah lelah hatiku Hadirmu mengubah arti hidupku .... Jadilah aku tawanan cintamu Hadirmu warnai hariku Kupenuhi semua yang kau inginkan Tiada yang lain selain dirimu.... Sepanjang hidupku hanya ingin bersamamu di setiap waktu ... di setiap waktu.... .... .... Sejuk kasihmu sampai ke tulangku Hingga detak jantungku 'kan berhenti Senyum manismu sinari hatiku Tulus setia cintaku hanya untukmu.... Sepanjang hidupku hanya ingin bersamamu di setiap waktu ... disetiap waktu....
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai bagiku
Baca
+Pustaka
Suamimu Juga Kekasihku

Suamimu Juga Kekasihku

“Aku sangat menyesal tidak bersamamu sejak mengandung. Aku ingin segera melakukan tugasku sebagai seorang ayah, untuk menebus semua dosaku.” “Aku juga tak sabar semua itu terjadi, Bi. Tenanglah, aku akan mengurus pertemuanmu dengan Shabi, percaya padaku.” Shera tersenyum sangat cantik, tak ada keraguan di dalam senyum yang ia pamerkan. Jika bukti yang Vivia tunjukkan adalah benar, tentu Shera tidak akan setenang ini. Albi sejenak bingung akan percaya pada siapa. “Namanya Shabi?” tanya Albi, menerima gelas kopi yang kembali Shera sodorkan padanya. Pria itu dengan patuh meneguk isi gelasnya hingga hampir tersisa setengah.
1012.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 403 kali sebagai bagiku
Baca
+Pustaka
Bukan Aku

Bukan Aku

Filza memeluk lengan kiri Satria. "Ups! Maaf, nih. Aku gak tau." Jihan merasa tak enak hati. Bagi yang mau tau lebih tentang penulis : I* @savisasya
1012.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai bagiku
Baca
+Pustaka
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai bagiku
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Dia kembali menangis. "Kata siapa nggak berhak bahagia?" Ijah muncul dan memeluk Tika penuh kasih. "Jangan pernah ngomong gitu lagi, Nak. Semua orang punya jalannya masing-masing."
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai bagiku
Baca
+Pustaka
Sampai Kau Ingat Aku

Sampai Kau Ingat Aku

Bener lho, kalo dingin-dingin paling enak minum bajigur, kan? Ibra : (Mengirim emotikon lega) ‘Kirain aku disemprit.’ Zea : ‘Eh, maksudnya?’ Ibra : ‘Kirain kamu marah sama aku.’ Zea : (Mengirim emotikon tertawa ngakak) Ibra : ‘Ini ngetawain aku?’ Zea : ‘Kok tiba-tiba ngira aku marah tuh dari mana konsepnya?’ Ibra : ‘Lah tadi kamu nyemprot aku, ‘bajigur!’ gitu’
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai bagiku
Baca
+Pustaka
Desahan di Kamar Adikku

Desahan di Kamar Adikku

"Mbaaak!" #jangan lupa like dan komen
18.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 433 kali sebagai bagiku
Baca
+Pustaka
Ajari Aku Ciuman, Mas CEO

Ajari Aku Ciuman, Mas CEO

“Jangan bilang kamu cinta saya, Biya. Kamu bahkan tidak tahu siapa saya sebenarnya.” “Aku tahu, Mas!” Biya mendekat, memukul dada Bagas dengan tangannya yang gemetar. “Aku tahu kamu orang yang keras kepala, egois, tapi kamu juga orang yang dulu ngajarin aku percaya sama semuanya setelah semua kekacauan itu! Aku tahu kamu!” Bagas menahan tangan Biya, menggenggamnya di udara. Genggamannya kuat, tapi bergetar. Ia menatap wajah gadis itu dari jarak yang terlalu dekat, napas mereka bertabrakan.
1021.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 664 kali sebagai bagiku
Baca
+Pustaka
Dibalik Bayang

Dibalik Bayang

Raut wajah wanita itu sendu dipoles luka yang dalam menggerogoti jiwa, seakan di atas ayunan itu terukir sebuah masa yang terus memberi ingatan. ‘Tujuh tahun yang lalu masih terngiang-ngiang. Saat dimana kita mengikat sumpah. Sehidup semati sampai maut memisah. Dari situlah aku mulai berkomitmen, bahwa hanya engkaulah sang bintang. Bintang yang diberikan oleh Yang Kuasa untuk aku. Dimana terangnya tak akan pernah sirna. Hingga untuk mengikhlaskan, aku tak kuasa kehilangan kamu. Aku Rindu akan candamu. Aku rindu sikapmu. Aku rindu ingin memeluk erat dirimu, hingga untuk melepaskan engkau tidak mampu melakukannya. Aku ingin melihat rona senyummu. Rona senyum pria membuat aku tergila-gila. Gila
603 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai bagiku
Baca
+Pustaka
Cinta Manis Suamiku

Cinta Manis Suamiku

“Bapak untuk sementara tidak boleh minum kopi dulu.” “Saya tahu. Nanti siang saja kamu bisa pesankan saya kelapa muda.” Bagas mengangguk dan menyetujui permintaan Raynar. “Dan …” Bagas yang hampir pergi itu berhenti seketika. “Kamu nggak mengatakan apa pun kepada siapapun tentang saya, ‘kan?” Atensi Raynar mengarah lurus pada Bagas. Menuntut sebuah jawaban. “Tentu saja tidak, Pak. Tidak ada yang tahu apa pun tentang Bapak.”
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai bagiku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status