KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Bang Aric!“
Aric menghentikan langkah, lalu membalikkan badan saat seseorang memanggilnya.
“Hilma?“ ujarnya begitu tahu siapa yang memanggilnya.
“Apa kabar, Bang?“ tanya Hilma, sumringah sambil menyalami kakak tirinya itu.
“Baik, Alhamdulillah. Kamu sendiri apa kabar?“ balas Aric sambil mengusap puncak kepala Hilma yang dibalut hijab.
“Alhamdulillah baik, Bang. Kebetulan banget Abang ke sini. Ada yang mau Hilma sampaikan sama Daddy, Ibu dan Abang,“ ujar gadis berusia 24 tahun itu.
“Tentang?“ Aric memicingkan matanya penasaran. Hilma tak langsung menjawab, tapi malah tersipu malu.
“Hei!“ tegur Aric.
“Ada deh. Ayo kita samperin Daddy sama Ibu,“ balas Hilma sambil menarik lengan
Aric. Mengaja
Sikat na Kabanata