Sketsa Cinta Arina
"Yah, ditinggal sebentar kek, kainnya nggak akan lari. Lagian baju pejabat mana yang dijahit? Sebegitu pentingkah?"
"Penting banget! Baju oranglah, masa baju kucing tetangga?"
"Mana tahu Ibu mau jahitin baju buat cicak-cicak di dinding," timpalku seraya masuk ke kamar mandi.
Beberapa waktu terakhir ini Ibu memang tampak sibuk mengerjakan jahitan baju perempuan, entah baju siapa. Kalau dilihat dari bahannya yang halus, dan motif serta warna yang cantik, sepertinya milik orang kaya. Pasti Ibu dibayar mahal. Pantas saja sih kalau Ibu lebih mementingkan jahitannya. Yang penting Ibu bahagia, dan tetap jaga kesehatannya.
Hot Chapters