Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Barangnya memang sesuai dengan deskripsi. "Beneran, Bu? Kok tahu aja kalau Santi pengen beli pakaian rumahan?" "Kan kamu yang bilang kalau kita sehati. Jadi ibu tahu dong apa yang kamu butuhkan. Coba pakai sana!" tuturku, menyentuh pipi Santi. Dia mengangguk dan membawa lima bajunya ke kamar.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai baju santai di rumah
Baca
+Pustaka
Nambah Lagi Dong, Sayang

Nambah Lagi Dong, Sayang

batin Sakti. Perlahan dia membuka lemari baju di kamar itu. Tidak ada baju pria satupun. Semua bahkan baju tipis milik wanita. "Hmm, apa dulu rumah ini adalah rumah untuk bercinta dengan suami Laura?" tanya Sakti lagi. Dia melepaskan bajunya yang kotor. Terlihat otot lengan dan otot perut seperti atlit binaraga. Di kamar itu juga ada televisi besar. Sudah lama rasanya dia tidak melihat berita tentang dunia yang penuh dendam ini. Iseng sambil duduk di ranjang menyalakan televisi itu.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai baju santai di rumah
Baca
+Pustaka
Menantu Sultan

Menantu Sultan

Tetapi sekarang aku malah memakainya di rumah orang yang baru kukenal. Canggung, tetapi sudahlah. Lagipula di rumah ini sepertinya tidak ada lelaki selain kedua satpam di depan. Mereka juga sepertinya tidak akan masuk ke area rumah sebab tugas mereka hanya di luar saja. “Ahh sudah mandinya? Nahh kan kalau pakai pakaian yang seperti ini lebih enak kan? Kamu enggak perlu kepanasan dan si kecil ini juga akan senang karena ibunya nyaman.”
1020.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai baju santai di rumah
Baca
+Pustaka
ISTRI BARU MANTAN SUAMIKU

ISTRI BARU MANTAN SUAMIKU

Ujar Meisya sambil membalikkan tubuhnya. "Oh ya Mbak. Betul kata Mas Nabil. Sebaiknya Mbak memakai baju yang sopan meski hanya di rumah saja. Sebab ini rumah Ibunya, tentu saja Mas Nabil akan sering datang." Tambahnya lagi sebelum berlalu.
10110.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai baju santai di rumah
Baca
+Pustaka
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

Happy Reading ***** Bersiap untuk menyalami sang suami, Jelita mengenakan pakaian dinas yang biasa digunakan oleh perempuan-perempuan lainnya. Baju itu sengaja dia beli secara online karena tidak mungkin mengajak Wandra ke mall atau toko. Jelita sendiri pastinya sangat malu jika membeli baju kurang bahan itu. Hampir satu jam di kamar mandi, si perempuan membuka pintu. Namun, belum berani keluar karena malu dengan pakaian yang dikenakan. Jelita Hany melongokkan kepala melihat keadaan kamar.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai baju santai di rumah
Baca
+Pustaka
Diam-diam Menikahi Bos Besar

Diam-diam Menikahi Bos Besar

Ada gaun pesta, tas, sepatu bahkan baju santai dan baju tidur. Emily memilih baju santai yang sesuai dengan kesehariannya. Dia juga tidak terbiasa mengenakan baju tidur meskipun akan tidur. Di atas meja rias juga terdapat satu set skincare mewah. Skincare keren yang pernah menjadi impiannya. Dia sangat ingin membeli merek ini, tetapi uang tabungannya belum cukup. Tapi malam ini Emily hanya menggunakan pelembabnya saja.
9.990.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai baju santai di rumah
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
pipovernandes
Adakah penyesalan membuatmu berhenti? Atau kamu percaya adanya hal yang baik setelah sesalmu? Dino sangat takut. Anak yatim piatu penghuni panti asuhan itu harus berdamai dengan kata "berpisah", semua karena adopsi. "Hidup terkadang tak sesuai keinginan kita." Dino mengingat ucapan ibu asuhnya.
Baca Semua Ulasan
Lelaki Pilihan Surga

Lelaki Pilihan Surga

“Ra, kamu punya enggak sarung atau apalah. Yang bisa kak Kei pinjam dulu, sambil mengeringkan pakainnya. Kasihan. Dia basah kuyup, hanya untuk bisa sampai di sini tepat waktu.” “Cit, kamu tahu kan, di rumah ini kami semua perempuan. Enggak ada laki-laki, jadi enggak ada pakaian laki-laki.” “Nak, bukannya ada celana panjang dan kemeja, yang kamu beli kemarin? Rencana untuk kado suami tante Dewi. Tapi batal kamu kasih karena kekecilan. Kayaknya cocok deh, untuk calon menantu ibu, itu?” sela ibu Sinta.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai baju santai di rumah
Baca
+Pustaka
Mengapa Kau Membenciku?

Mengapa Kau Membenciku?

Dan yang tak kalah mengherankan Sinta, Devano juga menyediakan ruangan Salon yang telah dilengkapi berbagai alat kecantikan di dalamnya dan nantinya tinggal memanggil jasa home salon sewaktu-waktu bila Sinta menginginkannya sehingga Sinta tidak perlu repot-repot pergi keluar rumah jika ingin memanjakan, melakukan berbagai perawatan serta mempercantik dirinya. Setelah Sinta puas melihat bagian dalam rumah, kini ia melangkahkan kakinya ke bagian halaman belakang rumah, dan lagi-lagi Sinta dibuat takjub karena terdapat kolam renang yang cukup indah dan luas dimana pada tepi kolam renang terdapat aneka tanaman serta bangku-bangku yang memang diperuntukkan sebagai tempat untuk bersantai. Terdapat
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai baju santai di rumah
Baca
+Pustaka
Bukan Wanita Impian Suamiku

Bukan Wanita Impian Suamiku

“Iya, Daniel! Lima menit!” Baju daster batik yang aku beli online. Kualitas lumayan untuk dipakai di rumah, yang terpenting tidak membuang waktu harus datang ke toko. Sengaja, semua baju rumahku dulu terlebih baju tidak aku berikan ke Bik Yanti. Terserah dia akan bagikan ke siapa. Aku tidak ingin jejak mantan suami masih tertinggal di baju tidur yang aku kenakan.
1034.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 752 kali sebagai baju santai di rumah
Baca
+Pustaka
Pacarku CEO yang Posesif

Pacarku CEO yang Posesif

Akhirnya mau tak mau ia mandi di bath-up. Sinta keluar dari kamar mandi dengan berjinjit dan mengendap-endap, mengeringkan rambutnya dengan handuk tadi. Ia menatap dirinya sendiri di cermin besar yang ada dilemari, pakaian yang digunakannya memang besar namun lembut dan nyaman. Ia diberi kaos dan celana milik Langit. Dua bulatan miliknya tak memakai penutup, membuat pucuk bukit kembarnya mengeras karena bergesekan dengan kaos. Ia sengaja meninggalkan bra-nya di dalam tasnya karena pakaian seksi tadi sudah ada bra-nya. "Ini baju besar banget kok dikasih gue sih, ah. Tapi lumayan dari pada tadi," gumam Sinta berjalan menuju ranjang, duduk di tepi.
1012.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 456 kali sebagai baju santai di rumah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status