Mengandung Bayi Bos
"Ya, sudah. Rimar yang kuat, ya? Gimana pun ini udah jadi jalan hidup Rimar. Percaya, deh, Allah pasti sudah siapkan rencana yang indah buat anak Abah yang cantik ini. Abah bangga sama anak-anak Abah, apalagi si bungsu satu ini, sudah dewasa dan jadi anak yang kuat. Coba, kalau orang lain di posisi kamu belum tentu sekuat ini."
Ya, Abah benar. Aku harus kuat. Aku tidak boleh lemah.
"Rimar, mau pulang ke rumah Mas Gio aja, Bah."
"Katanya, mau besok?"
"Tadinya, sebelum si Indah dan kawan-kawannya itu nyinyir, Bah. Tapi ternyata, ocehan mereka lebih berisik dan nyakitin daripada dengar hinaan Mas Gio."
"Ya, sudah. Abah gak bisa larang kalau itu sudah keputusan Rimar. Nanti Abah suruh si Umar an
Hot Chapters