Saat dia melihat secarik kartu ucapan di atas lima keping cokelat silver queen kesukaannya.
[Pagi mbakku sayang. Semoga hari kita seminggu ke depan menyenangkan. Aku akan meratukanmu di negeri orang. Percayalah ... dijadikan ban serep pun aku rela. By Kecapung jantan dengan inisial B yang sangat menggilaimu.]
"Astaga ... Bram! Ish ... benar-benar bocah gendeng. Ya Allah ... apakah aku bisa menahan diri dari godaan berondong gila itu?" omelnya.
"Tutup mulut jahatmu, berani menghina ayah aku. Aku bersumpah kau tidak akan hidup dengan tenang."
Apa yang di katakan oleh Bella mengaketkan semua tamu yang hadir. Termasuk Ricky dan Adam Leonard yang melihat Bella yang menjambak rambut pirang Cindy dengan jambakan kuat.
William Randolph yang terlambat datang, ia melihat pertunjukan menarik antara Bella dan Cindy.
"Jika tidak salah wanita itu istri James Arthur?" batin William Randolph yang berusaha untuk mengingat siapa Cindy.
Apa yang salah?
"Ngapain ketawa? Aku gak bercanda ya!" ujarku kemudian.
"Oh, sorry, sorry. Aku gak bermaksud ngetawain kamu. Jadi, kamu mau ikut sama aku? Tenang, aku gak bakal macem macem. Apalagi berniat buat culik kamu. Enggak ah, berat!"
Aku menggeram. Apa maksudnya coba?!
Taraaa
" Tuh, bener kann ada mangkok, ada piring juga noh, sekalian aja ambil garpu sama sendok nya. "
" Kamu yakin gapapa rin??"
" Gapapa udah, nanti kan dikembaliin juga "
" Iya sih "