Sentuhan Berondong Sewaanku
“Ta—pi...”
Tau Aina akan menyanggahnya, Rey dengan cepat memotong ucapan Aina yang belum selesai itu. “Ayolah Bu, gausah tapi-tapian. Gerakin aja dulu.”
Entah terhipnotis oleh tatapan dalam Rey atau apa. Aina dengan ragu-ragu mulai mengikuti keinginan Rey, untuk menggerakan pinggulnya lagi naik-turun, walaupun memang dengan gerakannya yang masih pelan dan sangat kaku. Namun, untungnya walaupun sekarang gerakannya itu masih sangat pelan dan kaku, Rey yang ada di bawahnya lebih tepatnya menggunakan telapak tangannya kembali menuntut Aina agar Aina bisa bergerak lebih cepat.