Mendadak Dinikahi Om-Om
Ah, rasanya ia belum rela untuk mengusir rasa kantuknya, andai saja hari ini tak ada agenda ke luar kota, pasti ia akan memilih untuk mengulur waktu bergelung di tempat ternyamannya saat ini.
Bastian melirik ke arah jam yang terletak di atas nakas. Pukul 6 pagi, masih terlalu awal untuk bangun, rencananya ia akan berangkat menjelang siang. Saat Bastian hendak kembali memasuki alam mimpinya, matanya membola sempurna, ia teringat sesuatu.
"Astaga!" Sial, kenapa dirinya sudah ada di rumah? Di kamarnya yang nyaman? Bukannya tadi malam ia pergi ke club, dan ...
Hot Chapters