BARTER PENGABDI SETAN
Tentu saja tidak berat syaratnya, toh kenikmatan dirasakan Winarno dan Bapak, malah mendapatkan BARTER kejayaan usaha yang nantinya bisa di nikmati oleh turun temurun tanpa harus membanting tulang, cukup membuka usaha sebagai pelengkap.
Winarno meluaskan senyum, berulang kali dia mengusap lembut bulu halus nun rapi di dada bidangnya. Namun, suara Rahayu mengagetkan dirinya. Sontak membuat Winarno mengeluarkan tangannya yang sedari tadi menggerayangi tubuh sendiri.
"Mas! Ngapain, sih? Aneh, deh, sedari tadi aku perhatikan kok, mesem-mesem? Tuh, lihat! Sarungmu terbakar!"
Hot Chapters