Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu Pahlawan Negara

Menantu Pahlawan Negara

Kalau begini terus, benar-benar sangat sulit baginya untuk tetap bisa tenang. "Kenapa kamu nggak bersedia untuk bicara?" Alendo sudah berbicara sebanyak itu, tetapi Ardika tetap bersikap tenang, sama sekali tidak berencana untuk menjawab pertanyaan. Para petarung di samping bisa melihat bos mereka sudah hampir menggila di sana, tetapi tidak bisa melakukan apa pun pada orang di hadapannya itu. Hal itu juga membuat mereka tidak sabar untuk bergerak, bersiap untuk menyerang kapan saja.
8.82.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69.2K kali sebagai bertindak dan berkata secara tidak tenang
Tampilkan Ulasan (624)
Baca
+Pustaka
Arjun Mubarak
ini yg idiot ardika apa luna istrinya atau penulisnya yg idiot udah sejauh ini ceritanya masa istrinya sendiri msih blm tau indentitas suaminya...pdahal fasilitas serta kemewahan yg di nikmati oleh keluarga istrinya semua dri ardika... seluruh penduduk kota tau siapa ardika istrinya sendiri ga tau..
Muh Arsyad Gassing Al-Makassary
Kenapa Posting sedikit sedikit Beginilah,Ini Penulisnya Yg Dungu atau GoodNovel yg TDK beres, sy akan Screenshot ini baru Share klo ini Aplikasi kurang menyenangkan, maksud saya adalah apa ruginya kalian posting banyak²Bab setiap, kan kita juga bayar membacanya, Dasar emang Dungu dan Goblok............
Baca Semua Ulasan
PERFECT FAKE HUSBAND

PERFECT FAKE HUSBAND

Berrand membuat nada suaranya lebih sopan, kali ini. Namun, bukan berarti emosinya sudah hilang. Hanya saja, Berrand sudah mampu sedikit mengatur. Lagi pula, ia tak akan meluapkan emosi ke sembarang orang. Hal tersebut hanya dapat mencoreng wibawa dan kehormatannya. "Begini, Tuan. Sa ... saya ...." "Ada ... ada ... sese ... seseorang yang meng—" "Tolong bicaralah yang jelas, Bibi." Berrand memotong secara cepat. "Tolong lebih tenang, Bibi," lanjutnya.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai bertindak dan berkata secara tidak tenang
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

Pembalasan Dendam Sang Duda Kaya

Ben dan Denver harus sedikit berteriak agar suara mereka terdengar oleh satu sama lain. “Ashana bilang dia bisa mengatasinya sendiri,” jawab Ben sambil menghela napas panjang. Berniat untuk membuat tubuhnya lebih relaks. Akan tetapi, posisinya yang berdiri tegak dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana sama sekali tidak terlihat relaks. Apalagi kedua kakinya terus mengentak lantai bergantian. “Kalau begitu apa yang membuatmu begitu kepikiran sampai terus bergerak seperti anak kelebihan gula?”
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai bertindak dan berkata secara tidak tenang
Baca
+Pustaka
Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan

Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan

Luapan emosinya, di mata Indra, cuma tampak seperti amarah kosong yang nggak ada artinya. Dengan wajah tanpa ekspresi, ia berkata datar, tenang sekali, “Sekarang emosi kamu lagi nggak stabil. Tunggu sampai kamu benar-benar tenang, baru kita bicara lagi.” Ucapannya menggantung begitu saja. Tanpa noleh sedikit pun, ia berbalik dan keluar dari kamar.
8.7325.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.1K kali sebagai bertindak dan berkata secara tidak tenang
Tampilkan Ulasan (69)
Baca
+Pustaka
Neisya Marchia
Happy ending buat Puspa-Eric & sad ending buat Indra. Karena kalau inget awal2 cerita gimana perlakuan buruk karyawannya Indra ke Puspa di kantor, padahal Indra tau itu tp gak ada respon & pembelaan buat istrinya. Sampai karyawan ngira istrinya itu Wulan bukannya Puspa tapi si Indra tetep aja diem
Alan Nasution
novel translate china kah ? critanya hmpir sama semua , wanita yg dibenci suami, keluarga sendiri, keluarga suami , dan tman2 suami , selalu ada wanita yg nempel ke suami , dan suami ok2 aja . ciri khas novel china . lama bet jalan critanya , psti bkal ribuan
Baca Semua Ulasan
Jangan Salahkan Aku Mencintainya

Jangan Salahkan Aku Mencintainya

Solusi terbaiknya adalah diam, daripada nantinya dia akan salah berbicara dan memperkeruh suasana. Radit yang menyadari jika saat ini mereka sedang terjebak pada situasi genting, segera menarik napas, mencoba menenangkan diri. Walau sesekali tangan kirinya masih terlihat mengusap pergelangan tangan kanannya, yang terasa sakit akibat dari cengkeraman tangan kokoh milik Ken. Radit berusaha menampilkan senyum diplomatis, senyum penuh kepalsuan yang biasanya selalu berhasil menipu siapapun yang melihatnya.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai bertindak dan berkata secara tidak tenang
Baca
+Pustaka
About Me Alshameyzea

About Me Alshameyzea

Tanpa kata, tanpa isyarat permintaan maaf, dia tetap duduk di atas motornya, seolah semua ini bukan urusannya. Aku kembali menarik napas dalam. Ada kalanya, kita harus menghadapi orang-orang yang tidak mengerti, atau bahkan tidak peduli. Bukan tentang mereka, tapi tentang bagaimana aku merespons. Dan saat ini, yang aku butuhkan hanyalah ketenangan. "Iya, hati-hati lain kali," kataku, mencoba menjaga nada suaraku tetap netral.
9.62.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai bertindak dan berkata secara tidak tenang
Baca
+Pustaka
Digerebek Saat Lagi Mendesah

Digerebek Saat Lagi Mendesah

Emosi. "Tolong, harap tenang! Biar acara sidang ini berjalan dengan lancar!" ucap Pak RT dengan tegas. Tapi karena saking banyaknya orang yang memanas, keadaan juga tak kunjung tenang. Yang ada malah semakin riuh. "Woi tenang! Tenang! Kita percayakan saja sama Pak Luqman!" teriak salah satu warga. "Iya woi! Tenang! Jangan berisik!"
1042.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai bertindak dan berkata secara tidak tenang
Baca
+Pustaka
Jatuh Dalam Pesona Mafia Kejam

Jatuh Dalam Pesona Mafia Kejam

Tidak ada jeda kali ini, Bisma tidak langsung menjawab, tapi ada perubahan kecil di ekspresinya bukan ragu, bukan marah, tapi sesuatu yang lebih berbahaya karena terlalu tenang. “Kita lihat nanti,” ucapnya pelan. Kalimat itu sederhana, tapi tidak memberi kepastian apa pun. Aru hendak menjawab, namun sebelum kata itu sempat keluar, suara getaran ponsel memecah ruang. Satu kali. Lalu lagi.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai bertindak dan berkata secara tidak tenang
Baca
+Pustaka
Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin

Dibuang Suami Egois, Dikejar CEO Bucin

Lizy merasa terengah, meski hanya mengucapkan sepatah kata singkat tersebut. “Maaf, mungkin aku keterlaluan. Aku belum terlalu mengenalmu. Cara bicaramu yang kasar membuatku tak suka, meski niatmu baik. Aku tahu, seharusnya aku bersikap tenang pada saat itu, bukan ikut terbakar api emosi karena tak bisa menahan diri lagi,” Lizy kembali melanjutkan kalimatnya meski dia pun sekarang ini merasa sangat gemetar dengan tindakan yang akhirnya dirinya pilih ini.
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai bertindak dan berkata secara tidak tenang
Baca
+Pustaka
King of Trouble

King of Trouble

Tapi ia tidak berkata apa-apa. ·–·–·–·–·–· to be continue...
748 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai bertindak dan berkata secara tidak tenang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status