Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu yang Sengaja Dibuang

Menantu yang Sengaja Dibuang

Perasaanku tawar untuknya. "Oh iya, Im. Katanya kamu mau ada yang dibicarain?" duh, sampai belepotan sekali aku bicara. "Nanti aja deh, nunggu dia pergi." "Aku gak akan pergi." "Kita lihat saja nanti." Bersambung... Jangan lupa, vote and komen, ya. Biar ngetiknya makin rajin, nih. hehe
1079.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai biarkan dia pergi
Baca
+Pustaka
Tuan, Biarkan Aku Pergi

Tuan, Biarkan Aku Pergi

Yesti langsung menatap aksa dengan binar wajah memohon, "Aksa jangan terlalu jahat, dia tidak suka dekat denganmu, biarkan dia pergi ya." Sungguh Aksa sangat membenci kata 'biarkan dia pergi'. Sudah berkali-kali dia mendengar kata tersebut dari mulut Dahayu. Kata itu kini seperti musuh untuk Aksa. "Biarkan dia melakukan tugasnya, aku akan mempertimbangkannya," ucap Aksa datar tanpa ekspresi. Yesti beralih pada Dahayu dan berucap lembut. "Kamu dengar itu, lakukan tugasmu dengan baik, jangan kecewakan Aksa agar dia membukakan pintu."
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai biarkan dia pergi
Baca
+Pustaka
Biar Aku yang Pergi, Mas

Biar Aku yang Pergi, Mas

Berani meninggalkan rumah dan sumber luka dan siksa batinnya. “Pergi atau kembali tidak akan mengubah apa-apa sepertinya,” gumamnya pelan sembari membuang napas. Tidak ada pilihan lain selain kembali menyalakan mesin mobilnya, lalu memasukkannya ke dalam bagasi. Dasya tahu tidak akan ada yang berubah setelah kepergiannya satu hari atau pun selamanya sekalipun. Sebab, kehadirannya memang tak pernah diinginkan.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai biarkan dia pergi
Baca
+Pustaka
Membalas Pengkhianatan Mantan Suamiku

Membalas Pengkhianatan Mantan Suamiku

Baguslah kalau dia pergi sendiri, setidaknya aku enggak usah usir dia yang hanya berujung pada drama. "Mau pergi ke mana dia, Mas?" Tanya kekasihku. "Biarin saja dia pergi. Itu jauh lebih baik," jawabku dengan tatapan terus mengarah ke arah mobil Khansa pergi. Harunya aku senang dia pergi, tapi melihat dia pergi tanpa berpamitan padaku rasanya itu gak terima. Harusnya dia pergi tidak dengan cara seperti ini. Tapi...dia harus pergi dengan cara aku mengusirnya secara tidak hormat.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai biarkan dia pergi
Baca
+Pustaka
Terperangkap Gairah sang Mantan

Terperangkap Gairah sang Mantan

“Biarkan dia pergi. Dia akan hidup bahagia bersama Keita. Jangan ganggu dia lagi.” “Mina kau—” “Aku tidak ingin mendengarnya lagi.” Mina segera menutup teleponnya. Memilih berbaring di ranjang dan menatap langit. Ia menghela nafas dalam sebelum tersenyum dengan lebar.
9.591.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai biarkan dia pergi
Baca
+Pustaka
Terjerat Aturan!

Terjerat Aturan!

Mungkin dengan melepasnya, dia akan bahagia dan begitupun dengan diriku. “Jangan tunggu aku pulang,” terangnya melewatiku begitu saja. Bagai dikejar hantu, dia lekas-lekas pergi. Mungkin dia berpikir bahwa aku akan mengomel dan berubah pikiran hingga dia sebegitu cepatnya melangkahkan kakinya. ****
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai biarkan dia pergi
Baca
+Pustaka
Tanpa Restu

Tanpa Restu

Aku tahu! Aku punya banyak kekurangan. Mungkin kau sudah bosan dan muak melihatku, mungkin dengan kepergianku bisa membuatmu bahagia.Oleh karena itu, berbahagialah. Carilah wanita yang bisa membuatmu bahagia. dan, terimakasih atas segalanya. Aku pamit... ... Apa dia pergi? Kenapa dia pergi Aku sama sekali tidak menyadari kesalahanku saat itu, aku tak tahu mengapa Kamila pergi dariku.
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai biarkan dia pergi
Baca
+Pustaka
Aku Mati Kenapa Kalian Menangis?

Aku Mati Kenapa Kalian Menangis?

Ada terlalu banyak hal yang harus ia katakan, tetapi tidak ada yang bisa ia ucapkan dengan jelas. 'Pergi.' Itu satu-satunya kata yang muncul di pikirannya dengan tegas. Ia harus menjauhkan Senia dari dirinya sekarang juga, sebelum ia kehilangan kendali sepenuhnya. Namun tubuhnya justru melakukan kebalikan dari apa yang ia pikirkan.
10555 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai biarkan dia pergi
Baca
+Pustaka
Ketika Hidup Berbalik Arah

Ketika Hidup Berbalik Arah

Dia berkata kepada Zayn, "Zayn, antar Lysithea pergi." “Baiklah, Bu.” Zayn baru saja mengangguk ketika Lysithea langsung berkata, “Tidak apa-apa. Aku bisa berjalan. Tidak perlu baginya untuk mengantarku pergi.” Dia mengatakannya dengan nada dingin yang membingungkan Zayn. Mungkinkah dia telah menyinggung perasaannya? Lysithea menolak untuk menjelaskan dan bahkan tidak meliriknya sebelum pergi.
92.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77.5K kali sebagai biarkan dia pergi
Tampilkan Ulasan (326)
Baca
+Pustaka
Tho Maz
Ceritanya lumayan bagus cuma sayangnya updatenya terlalu sedikit, hanya 5 bab dan jumlah halaman tiap bab sangat pendek. Sebagai pembaca aku merasa sangat kecewa tak terpuaskan. Selanjutnya sebagai saran sekaligus harapan pada penulis untuk menambah bab dan halaman dalam updatenya, minimal 10 bab.
darwin kayong
ceritanya gak lengkap banyak yang gak selesai terutama kakek zen yg misterius, lelaki bertopeng dan wanita misterius, kabar dari orang suci dan kabar apakah listiha ikut dunia perkumpulan atau dunia orang awam gak jelas semua...
Baca Semua Ulasan
Obsesi Sang Penguasa

Obsesi Sang Penguasa

“…per… gi…” Satu kata lagi. Pergi. Ivanka langsung menggeleng cepat. “Tidak. Aku tidak akan pergi.” Nada suaranya berubah. Lebih tegas. “Aku sudah sampai sejauh ini. Aku tidak akan mundur hanya karena kamu bilang pergi.” Byakta menatapnya dalam. Ada sesuatu di matanya yang sulit dijelaskan. Antara rasa khawatir, takut, dan penyesalan yang masih
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai biarkan dia pergi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status