Cinta Dan Benci Biarlah Diakhiri Dengan Kematian
“Kenapa setiap guru selalu memujinya, menyebutnya pelukis jenius, sementara saat menyebut namaku, mereka hanya bilang aku tak punya bakat dalam seni?”
“Kenapa hidupnya begitu sempurna? Dia punya suami tampan dan kaya, anak perempuan yang manis dan patuh. Aku ingin merebut semuanya darinya!”
Roni menghantamkan tinjunya ke dinding, darah langsung mengalir dari tinju Roni. Tapi Roni seolah tak merasakan sakit sama sekali, dengan wajah dinginnya, Roni mendesis tajam, “Kamu ini siapa? Memangnya kamu pantas dibandingkan dengan Luna?!”