Di Ranjang Majikanku
"Katakan padaku bahwa aku tidak perlu khawatir. Katakan padaku bahwa kamu memilihku, bukan karena kewajiban atau karena sudah terlanjur, tapi karena kamu benar-benar menginginkanku."
Binar menatap wajah tampan kekasihnya, pria kuat yang kini terlihat begitu rapuh di hadapannya. Dia mengangkat tangan, membelai rambut Bhaga yang masih basah oleh keringat. Hatinya meleleh. Dia memahami ketakutan itu, meski tidak setuju dengan caranya.
"Aku memilihmu, Bhaga. Setiap hari, aku memilihmu," bisik Binar dengan lembut. "Buktinya, aku ada di sini. Bersamamu. Di rumah baru kita."