Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Kelahiran yang Menyala dalam Kegelapan Sinta menjerit. Suaranya bukan suara manusia, melainkan lengkingan elang yang menyayat awan. Dari antara kakinya yang bergetar, cahaya biru menyembur seperti aurora yang terkurung ribuan tahun. Bayi itu lahir dengan kepala tegak, mata terbuka lebar—dua mutiara hitam yang di dalamnya berkilauan galaksi miniatur. "Namanya... Lintang," desis Sinta, jarinya menyentuh dahi bayi yang sudah dihiasi guratan biru mirip peta konstelasi.
3.2K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as binti
Read
+Library
CINTA yang TERSAKITI

CINTA yang TERSAKITI

“Halo, Cantik! Kenapa kau tidak mau mencoba berteman dengan Nanny? Kita bisa menjadi teman yang baik.” Natasya memberikan senyuman kepada gadis cilk itu, Gadis cilik berusia bernama Tiara menatap Natasya dengan ekspresi curiga. Jelas ia tidak mudah dekat dengan orang asing. Dan hal itu membuat Natasya menjadi marah kepada orang tuanya yang tidak peduli.
2.5K viewsCompletedAdded to Library 55 Times as binti
Read
+Library
Bintang untuk Langit

Bintang untuk Langit

Guru meminta anak baru itu untuk duduk di belakang Bintang, cowok itu mengangguk sambil membetulkan letak tas yang tersemat di satu pundak, sebelum tatapan tertuju ke Bintang. Bintang terlihat salah tingkah, hanya takut jika cowok itu mengenalinya sebagai pembuang sampah sembarangan. “Dia keren juga,” bisik Anta. Bintang tak mendengarkan ucapan Anta, masih kebingungan jika cowok itu sebenarnya menaruh rasa kesal kepadanya. Cowok bernama L Eldar Abimand itu berjalan ke arah meja yang berada di belakang Bintang. Hingga langkah melambat saat hampir sampai di samping Bintang.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 117 Times as binti
Read
+Library
Selìni

Selìni

Jika tadi gadis itu tertawa kecil, kali ini oktaf suaranya naik, tawanya kencang, "Aku tidak akan menyusahkanmu, Calum." "Namamu." "Apa?" "Aku sudah mengatakan namaku, sekarang giliranmu." "Eleanor, tanpa marga atau nama bawaan." Calum mengangguk paham, beranjak merapikan sisa bara api agar lebih kecil. Ia memutuskan untuk istirahat agar lukanya saat berkelahi dengan Elea beberapa waktu lalu bisa lebih cepat membaik. Lagipula ia memang lelah, menunggui perangkap miliknya agar menangkap sesuatu sampai berhari-hari. Calum sudah kurang tidur.
900 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as binti
Read
+Library
AMBISI BISAWARNA

AMBISI BISAWARNA

“Cukupkan dulu latihanmu hari ini. Hari sudah mulai gelap. Aku mau mandi. Sebelum ke sini tadi aku sempat melihat gentong mandiku belum terisi air. Tampaknya kamu belum mengambil air mandiku. Jangan lupa pula, penuhi gentong air adikmu. Dari tadi dia kepanasan mau mandi, tetapi tidak ada air di gentongnya. Kamu tidak tega jika adikmu yang cantik itu mandi pakai air laut, bukan?” “Baik, Bopo.” Jawab Bisawarna. Resi Sabda Jati mulai berjalan meninggalkan bibir pantai, kembali ke dalam rumah, padepokan. Bisawarna menyusul di belakang Resi Sabda jati. Sesampai di rumah padepokan mereka berjalan berlainan arah. Resi Sabda Jati langsung masuk ke kamarnya dan bersemedi sejenak sembari menunggu air
102.4K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as binti
Read
+Library
CINTA YANG HILANG

CINTA YANG HILANG

Panti asuhan tersebut bernama Kasih Ibu. Panti asuhan tersebut mengasuh cukup banyak anak-anak, jumlahnya sekitar seratus lebih. Davin yang tidak suka keramaian, sebenarnya tidak suka bila ikut orang tuanya kesana. Namun kedua orang tua Davin selalu memaksanya. Davin selalu memasang wajah dingin dan datar bila berada di panti tersebut, jadi anak-anak panti merasa canggung ingin mengajak Davin bermain bersama.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as binti
Read
+Library
BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

Bola mata Moza membesar, tangan kirinya lalu menjambak kerah baju Resta seraya menodongkan pistol pada kening Resta. “Dengar Resta! Meskipun cecunguk-cecunguk itu melebihi jumlah bintang di langit, aku sedikit pun tidak akan gentar. Dengar itu! Darah harus dibayar dengan darah!” gertak Moza lalu melepaskan tanganya dari kerah baju Resta. Mendapat perlakuan seperti itu Resta hanya diam. Karena ia tahu betul siapa yang dihadapinya. Meskipun Moza berwajah tampan dan cenderung pendiam. Namun siapa sangka, kalau Moza adalah seorang pembunuh berdarah dingin yang dengan tanpa ragu akan melepaskan timah panasnya pada siapa pun yang mencoba menentangnya. Dan ia pun tahu mengapa Moza dan sebagian tema
102.8K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as binti
Read
+Library
Nadira

Nadira

Melainkan melihat Nadira baru saja memasuki gerbang SMA Bina Bakti. Ya dia adalah Nadira Anjani Armaleo, gadis yang tiap harinya datang ke sekolah pada siang hari. Dan hari ini, rekor baru telah terjadi di Bina Bakti. Tanpa sadar Pak Rio keluar dari pos jaganya, berdiri di luar guna menyambut kedatangan Nadira. "Apakah ini salah satu tanda-tanda kiamat akan segera tiba." Pak Rio berkata tepat saat Nadira dua langkah di depannya, menyindir.
3.4K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as binti
Read
+Library
Liara

Liara

Hagan melanjutkan membaca kalimat-kalimat yang berisi poin-poin dirinya yang Liara tulis di kertas itu. "Rambutnya hitam, berpotongan pendek. Kulit putih, mirip vampir. Kau pernah lihat vampir?" Liara mengangguk. "Edward. Di film." "Iris matanya hitam, gelap. Gigi taringnya bagus." Hagan tertawa di poin terakhir. Baru kali ini ia tahu ada orang yang memuji gigi taring orang lain. "Ada tahi kecil di tengkuk dan dekat rusuk. Paling benci jika kakinya disentuh saat tidur."
9.534.8K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as binti
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status