KUIKUTI PERMAINAN MANISMU
Aku yang tengah bersama Bobi pun jadi makin tinggi hati.
"Itu serius, Bu Meli senyum sama Lo? Padahal, dia kan terkenal jutek."
Aku membusungkan dada dan menepuknya.
"Siapa dulu?!"
Bobi mendecih.
"Ingat, Bob, sama taruhan kita."
Bobi menggaruk-garuk kepalanya, kupastikan ia tengah kelimpungan.
"Setengahnya ya, Hen?"
Aku menggeleng.