Anniversary Terakhir
Sempat terbersit untuk kembali saja ke kota ini, tapi makam ibu ada di sana, aku tidak mau meninggalkan ibu dan lagi pula usahaku berkembang di sana, merintis di tanah kelahiranku belum tentu bisa sukses, tapi entah nanti.
“Nak, kalau misalnya ibu sama ayah tidak tinggal bersama lagi ….” Aku menggantung ucapanku menunggu respon Bani.
“Ayah sama ibu mau cerai?”
Mataku terbelalak mendengar pernyataan bocah yang belum genap sembilan tahun kulahirkan itu menyebutkan kata cerai.
“Seperti papa dan mamanya Tia. Mereka bercerai, tapi Tia nggak kenapa-kenapa karena Tia dapat ibu tiri dan ayah tiri yang baik, Tia senang punya dua ibu dan dua ayah.”