Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BANGKIT

BANGKIT

omelnya. Bisma mencari hadiah untuk Aini sesuai perintah Arga, ia datang ke toko kado dimana ia bisa memilih hadiah yang akan diberikan. Pilihan Bisma jatuh pada boneka Boba yang cukup besar berwarna coklat, tidak tahu mengapa ia tertarik dengan boneka itu. "Mbak tolong boneka yang ini satu," pintanya pada penjaga toko. Setelah mendapatkan hadiah untuk Aini ia bergegas kembali ke kantor, dan nantinya ia akan bertanya pada sang Papa dimana mereka akan merayakan ulang tahun Aini.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai borneo 303
Baca
+Pustaka
Menikahi Suami Palsu

Menikahi Suami Palsu

Wendy memijit kedua bahu Bimo menimbulkan rasa geli pada diri lelaki itu. "Wen, jangan! Geli!" pekik Bimo. ### Bimo geleng-geleng kepala melihat Wendy berteriak kegirangan ketika berdiri di atas papan seluncur yang ditarik speedboat tanpa mengenal rasa takut. Dari kejauhan, dia memotret istrinya dengan kamera SLR yang dibawa dari dalam tas ransel. Rambut sebahu gadis itu terurai melawan angin laut yang menerpa dirinya ketika perahu yang membawa Wendy meliuk-liuk dengan kecepatan tinggi di pantai Tanjung Benoa. Tadi, Bimo sempat ditawari untuk naik wahana ini tapi menolak karena ingin menaiki parasailing bersama Wendy nanti. Selain itu, dia juga ingin snorkeling atau scuba diving untuk menikm
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai borneo 303
Baca
+Pustaka
Cermin Ketiga

Cermin Ketiga

Di atasnya, tertulis dalam bahasa Latin: > “Speculum Tertius.” (Cermin Ketiga) Tepat ketika ia menyentuh gagangnya, Reyhan muncul dari balik lorong. “Apa yang Ibu lakukan di sini?” Arsita terlonjak, nyaris menjatuhkan senter. “Reyhan? Aku… aku gak tahu. Tapi aku rasa ini ada hubungannya dengan semua yang terjadi. Mimpimu, cermin itu, foto-foto…”
631 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai borneo 303
Baca
+Pustaka
Gelora Cinta Bos Berondong Manisku

Gelora Cinta Bos Berondong Manisku

Yang ada justru wajah penuh harap. “Bu Bunga…” Ibu yang dulu paling galak maju lebih dulu dengan suara gemetar, “Kami mau minta tolong…” Bunga mengernyit bingung, “Minta tolong?” Ibu itu langsung menyodorkan surat, “Kawasan rumah kami mau direlokasi…” Hana ikut membaca isi surat itu sekilas. Di sana tertera tentang 'Pemberitahuan pengosongan kawasan. Alih kepemilikan lahan. Akuisisi oleh Aegis International Property.'
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai borneo 303
Baca
+Pustaka
AMBISI IBU MERTUA

AMBISI IBU MERTUA

****** Bersambung .
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai borneo 303
Baca
+Pustaka
Hidden Secret

Hidden Secret

Setelah semua orang menemukan jawaban yang terlihat dari tatapan mereka, Liana pun mulai menghela napas dan menyatakan kebenaran tentang perkataannya. “Benar, 3 titik itu terhubung dengan 3 gunung aktif, yaitu gunung Merapi, gunung Tambora, dan gunung Dukono yang memiliki tingkat keaktifan yang tinggi,” jelasku membuat semua orang terheran-heran mengenai bencana ini. ***
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai borneo 303
Baca
+Pustaka
SENYAWA

SENYAWA

tanya Varo lagi sambil menatap manik hitam Meera lekat-lekat. “Terserah, Bapak,” ucap Meera sambil buru-buru ia mengalihkan pandangannya. “Kenapa?” tanya Varo bingung melihat sikap Meera baru saja. “Ga apa, Pak. Saya sudah siap, apa Bapak benar mau mengantar?” tanya Meera lagi memastikan ucapan Varo benar. “Iya, sebentar.” Varo berjalan mendekat ke meja Meer. Ia mengambil gagang telepon di meja Meera, memencet nomor yang di tuju kemudian menunggu panggilan tersambung.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai borneo 303
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

“Itu anak-anak kita sedang main bersama.” Aku melihat ke arah yang lelaki itu tunjuk. Benar saja, Mega sedang asyik mengobrol dengan anak lelaki seusianya. Aku terlalu sibuk dengan bunga-bunga ini, sehingga luput memperhatikan Mega. “Perkenalkan, saya Handoko.” Dia mengulurkan tangan, aku menyambutnya dengan sikap yang tak kalah ramah. “Aku Era.”
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai borneo 303
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Bos

Mengandung Bayi Bos

Jadi, kepalaku tidak sampai membentur dashboard mobil. "Kamu tidak apa-apa?!" Aku menoleh karena heran dengan pertanyaan yang dia ajukan. "Ya." Setelah mobil di depan kami pergi, Mas Gio memarkirkan mobilnya di bahu jalan. Dia mengeluarkan benda kecil berwarna biru seperti kalkulator, semacam alat token untuk transaksi internet banking. "Berapa nomor rekeningmu?" Aku menyebutkan beberapa angka sambil dia menekannya di alat tersebut.
1024.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 513 kali sebagai borneo 303
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status