SENYAWA
tanya Varo lagi sambil menatap manik hitam Meera lekat-lekat.
“Terserah, Bapak,” ucap Meera sambil buru-buru ia mengalihkan pandangannya.
“Kenapa?” tanya Varo bingung melihat sikap Meera baru saja.
“Ga apa, Pak. Saya sudah siap, apa Bapak benar mau mengantar?” tanya Meera lagi memastikan ucapan Varo benar.
“Iya, sebentar.” Varo berjalan mendekat ke meja Meer. Ia mengambil gagang telepon di meja Meera, memencet nomor yang di tuju kemudian menunggu panggilan tersambung.
Bab Populer