Tukang Pijat Tampan
Tidak lama kemudian, semangkuk bubur ayam hangat dengan topping lengkap dengan suwiran ayam, cakwe, kerupuk, bawang goreng, dan kacang, disajikan di depannya.
Adit melepas maskernya, tanpa melepas kacamata. Sepertinya aman. Lalu ia mulai menyendok dengan cepat. Dia merasa lapar. Sangat lapar. Bubur itu entah kenapa terasa sangat enak. Gurih, hangat, dan pas di lidah.
Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, mangkuk bubur sudah kosong. Adit membayar, lalu bergegas kembali ke rumah sakit.