Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dimanja Suami Pembawa Sial

Dimanja Suami Pembawa Sial

Kenapa dulu saat kuliah dia tidak terpikir untuk menjalin kisah cinta yang penuh gairah seperti ini? "Buket ini untuk Bu Tiffany." Kurir itu melirik catatan di tangan, lalu mengangkat kepalanya melihat ke dalam kelas. "Siapa yang bernama Tiffany?" Tiffany tertegun. Untuknya? "Di belakangmu!" Begitu mendengar bahwa bunga itu ditujukan untuk dosen mereka, para mahasiswa langsung bersorak riang. "Bu Tiffany di belakangmu!" Kurir itu lantas menyerahkan buket besar mawar ke Tiffany. "Bu Tiffany, seseorang mengirimkan bunga ini untukmu. Dia meminta saya menyampaikan pesan."
9.7339.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.8K kali sebagai buket untuk guru perpisahan
Tampilkan Ulasan (49)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
Iin Hidayati
Aku gk perduli kapan tamatnya karena ceritanya menarik dan jg kelihatannya masih lama ni berjalan nya. CUMAAA.... Please update nya banyakan jangan cuma 4 bab, baru aja baca udah habis. Hadech... Nafsu membacaku belum terpuaskan. Tolong dong author.
Baca Semua Ulasan
Cinta yang Tak Sempat Kudengar

Cinta yang Tak Sempat Kudengar

Saat kerumunan bubar, pria itu datang dengan sebuket bunga di tangannya. "Selamat atas pembukaan kursusmu. Perkenalkan, aku tetanggamu, namaku Gary." Aku melirik sekilas buket bunga itu, lalu tersenyum tipis. "Terima kasih. Tapi aku nggak menerima hadiah." Dia tertegun sejenak, tak menyangka reaksiku akan sedingin itu. Namun, dia segera menarik kembali tangannya.
27.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai buket untuk guru perpisahan
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

*** Hari Keempat Puluh Delapan: Belajar Mengucapkan Selamat Tinggal Hari keempat puluh delapan adalah tentang melepaskan dengan ikhlas. Semua orang menyadari: sudah saatnya belajar mengucapkan selamat tinggal kepada yang telah pergi. 08.00 – Sesi Pagi: “Ritual Pelepasan” Prof. Mahendra memimpin sesi: “Kita akan melakukan ritual simbolis untuk melepaskan. Bukan berarti melupakan, tapi merelakan.” Peserta diminta menulis nama orang atau hal yang ingin dilepaskan di kertas kecil.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai buket untuk guru perpisahan
Baca
+Pustaka
Seumur Hidup Terlalu Lama

Seumur Hidup Terlalu Lama

Bukan lagi karena tembok penjara tak lagi mengurungnya, tapi karena kini ia sudah memaafkan masa lalunya — dan mencintai hidupnya sepenuhnya. Satu jam kemudian prosesi wisuda selesai, suasana di luar balairung berubah menjadi lautan senyum dan kamera. Buket bunga bertebaran di tangan para wisudawan, sementara keluarga saling berpelukan dalam haru. Uma berdiri di bawah pohon flamboyan yang tengah berbunga. Di tangannya, seikat bunga mawar putih berhiaskan pita emas tergenggam erat.
1021.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 600 kali sebagai buket untuk guru perpisahan
Baca
+Pustaka
Sepucuk Surat Cerai Memisahkan Kita Selamanya

Sepucuk Surat Cerai Memisahkan Kita Selamanya

Saat melihatku, matanya sempat berbinar sesaat sebelum redup kembali. Aku menaruh bunga di vas dan memberi penghiburan padanya, "Jack sudah dijemput neneknya. Liburan musim panas hampir berakhir." Steven mengangguk. Aku melirik Sofia yang menunggu dengan patuh di depan pintu. Lalu setelah menimbang-nimbang, aku melanjutkan, "Setelah ini aku akan membawa Sofia pergi dari sini dan menyekolahkannya di kota besar. Aku ... aku nggak mau dia terlibat dengan Keluarga Keraf. Setelah kamu sembuh, ayo kita urus perceraian kita."
10.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai buket untuk guru perpisahan
Baca
+Pustaka
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Dalam perjalanan pulang, Baron bertanya padaku. “Mbak Mus, kenapa Mas Baskara nggak ikut kita ke desa?” Aku tersenyum dan menjawab sekadarnya. “Dia dapat tugas mendadak, jadi langsung balik.” “Oh… kali ini perginya berapa lama, Mbak Mus?” “Nggak tahu.” Mungkin bulan depan. Mungkin… selamanya. [Tamat]
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai buket untuk guru perpisahan
Baca
+Pustaka
Goodbye Pacar

Goodbye Pacar

Inilah nasibnya jika beda kelas jadi ia selalu terpisahkan. "Aku pamit ke kelas ya," pamit Bintang seraya mau beranjak pergi. Rindu mengangguk. Saat bintang sudah di ambang pintu cowok itu memberikan kiss bye untuknya dan ia jadi senyum-senyum. Tak selang waktu lama semua teman kelas Rindu masuk ke dalam kelas. Dan disusul oleh Bu Rita, guru Matematika di kelasnya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai buket untuk guru perpisahan
Baca
+Pustaka
Dinikahi Berondong Kaya

Dinikahi Berondong Kaya

Menyisakan Sean dan April yang diam satu sama lain karena canggung. April mengulurkan buket snack berisi jajanan kepada Sean. "Happy graduation, Sean. Selamat, ya, atas kelulusan kamu." "Makasih," jawab Sean sambil menerima buket dari April. "Aku kira kamu nggak datang." April tersenyum kikuk. "Kan, aku udah janji sama kamu kalau aku bakalan dateng." "Aku kira kamu lupa. Kan, kamu lagi sibuk-sibuknya sama pacar baru kamu."
1040.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 929 kali sebagai buket untuk guru perpisahan
Baca
+Pustaka
KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

Dia tersenyum dan entah kenapa, hatiku malah teringat pada Genta. “Thanks.” Aku menerima buket bunga itu. Di setiap kelulusan sudah lazim memberikan buket bunga sebagai ucapan. Bunga yang dia belikan adalah bunga tulip orange. Di mana melambangkan kehangatan, kegembiraan dan lambang sebuah keberuntungan. "Wish me luck!" tukasnya lagi sambil tersenyum. "Mee too." Aku menimpali dann mengangguk.
1094.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai buket untuk guru perpisahan
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir

Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir

Michael tersenyum sambil mengangkat jempolnya. Michael menunggu hingga acara perpisahan resmi ditutup dengan tepuk tangan meriah. Satu per satu Siswa keluar dari aula, disambut keluarga masing-masing. Yura berjalan paling belakang, langkahnya pelan sambil memegang map sertifikat dan buket bunga dari sekolah.
9.66.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174.9K kali sebagai buket untuk guru perpisahan
Tampilkan Ulasan (253)
Baca
+Pustaka
Agus Irawan
Hai kak mampir ke karyaku juga. judul" Dari Tunangan Pura-pura, jadi Istri Kesayangan Sang Tuan. pena" Agus Irawan Sinopsis " Hana rela menjadi tunangan palsu seorang pengusaha muda demi menyelamatkan nyawa ibunya. Hanya saja, Abian, pria dingin yang masih terpaku pada cinta lamanya.
Hasti Eka Puryanti
dari sekian banyak judul yg sama, semua bagus akan tetapi jenis cerita ini yang paling saya sukai dan tip banget buat saya, dr mulai alur ceritanya, karakter tokohnya, dan semuanya deh menarik, bikin penasaran jadii, thir jangan lama lama up nya yaa setiap hari 1-2 bab boleh Thor hehe.. terimakasih
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status