Rahim yang Tergadai
Suara berat itu membuat Maiza menahan napas.
Pria itu bangkit, menghela napas panjang, dan pergi—meninggalkan pintu ruang itu terbuka.
Setelah yakin suasana aman, Maiza keluar dari persembunyian. Bibirnya bergetar. "Siapa dia? Bagaimana dia bisa masuk dengan password yang sama?"
Matanya menelusuri rak buku, mengamati deretan literatur berat: akuntansi, bisnis, hukum, dan filsafat.
Hot Chapters