Lelaki Kedua
Farhan tertawa.
Kalau itu mah aku juga tau. Bukankah di dunia ini segala hal itu memang harus ada timbal balik?
“Tapi nanti di wall nya cukup dagangan kita aja ya yang diposting ya, Bun. Jangan fotoku, ntar ada yang nawar,” ujarnya lagi.
“Dih, ge-er.” Aku cemberut.
“Lha, Bunda nggak caya.”
Satu bulan berjalan, kini timelineku sudah full, dengan pengikut juga sudah lebih dari 5000-an. Selain menu-menu, sepertinya caption yang aku tulis sedikit banyak berpengaruh pada banyaknya like yang mampir di postingan.
Hot Chapters