Sang Pengacara
“Kamu itu keterlaluan, Beb.”
“Biarin!” Bening bangkit, lalu melepas ikatan rambutnya yang sudah acak-acakan. Kemudian, ia kembali mengikat rambut dan menggulungnya hingga rapi. “Mandi, yok, Beb. Bentaran doang tapinya, biar aku nggak masuk angin.”
Tidak mungkin Aga berkata tidak. Ia langsung bangkit dengan cepat, lalu membuka jaketnya dengan segera. “Ya ayok, buruan! Biar nggak kemalaman!”
Hot Chapters