Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SUAMI KE-15 NONA SERENA

SUAMI KE-15 NONA SERENA

tanya Dante membuat Serena juga kebingungan. “Apa ini rencanamu lagi karena kau sudah ketahuan?” tanya Serena menebak karena sejujurnya Serena tak bisa cepat percaya dengan orang lain. Dante tertawa mendengar penuturan Serena. “Serena, dengarkan aku.” Dante berucap sambil sambil memegang kedua lengan Serena. “Dengar! Kau tau pekerjaanku, Serena. Aku membunuh orang setiap hari bahkan setiap jam. Aku punya banyak musuh, kau pikir aku akan membunuhmu? Untuk apa?” tanya Dante balik tak habis pikir.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai catatan harian sang pembunuh
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu Istri yang Dikhianati

Perjalanan Waktu Istri yang Dikhianati

Lantas, Diara segera menuliskan sesuatu dalam buku harian itu. Siapapun kau yang membaca ini.. Halo, Aku Diara. Dari tahun 1991. Aku harap, kau yang membacanya, Bu. Di sini.. aku menggantikan peranmu. Aku baik-baik saja di sini. Aku.. masih mencari pembunuh berantai yang masih belum terungkap identitasnya.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai catatan harian sang pembunuh
Baca
+Pustaka
Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius

Jika Hanz melakukan perlawanan, tinggal sekali tekan tombol saja, maka nyawa Julya bakal melayang dan setelah itu tinggal Hanz sendirian, tanpa senjata apa pun. “Aku adalah pembunuh yang paling ditakuti, Hanz Fadeyka. Namaku memang tak setenar Frank Solonik yang pernah membunuh dua anak dari Dmitry bajingan itu. Tapi, aku sering melakukan pembunuhan sadis terhadap orang-orang besar. Kau tidak mungkin tahu berita tentang pembunuhan seorang jenderal di China beberapa waktu lalu. Asal kau tahu, aku lah pembunuhnya. Sebelum-sebelumnya, kalau dihitung-hitung, aku sudah membunuh lebih dari lima puluh orang.”
9.938.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai catatan harian sang pembunuh
Baca
+Pustaka
Kembalinya Putri yang Terbuang

Kembalinya Putri yang Terbuang

Aku menggertakkan gigiku dengan mata berkaca-kaca setelah melihat pemandangan yang mengerikan itu. Sudah sebelas orang yang kubunuh hari ini. Tidak, ini tidak benar! Aku hanya pernah membunuh demon sekali, dan sekarang aku telah membunuh sebelas White Dacros dengan kejam. "Aku adalah seorang pembunuh," gumamku dengan suara bergetar. "Tidak! Kau bukanlah seorang pembunuh, Sayang. Kau hanya sedang membela diri," bisik Hayden di telingaku sambil membelai rambutku.
9.99.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai catatan harian sang pembunuh
Baca
+Pustaka
Antara Cinta dan Misi Sang Assassin

Antara Cinta dan Misi Sang Assassin

jawab Sam dengan bangga menyeringai. "Kau adalah Zora, agen pembunuh dengan rekor tercepat yang mampu maraih posisi Silent Assassin kategori bahaya dalam organisasi The Black Shadows. Dalam kurun waktu 2 tahun kau mampu membuat namamu dikenal oleh pemimpin organisasi sehingga membuat agen lain merasa iri dan ingin membunuhmu. Tapi jangankan membunuh, menemukan batang hidungmu saja mereka kesulitan. Hahaha aku sangat terhibur dengan tindakan konyol mereka." jelas Sam panjang lebar sambil tertawa bangga.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai catatan harian sang pembunuh
Baca
+Pustaka
Catatan Usang

Catatan Usang

Aku sudah menutup mata dan telinga takut kalau dia benar-benar melempar benda kaca itu, tetapi nyatanya, tidak. Begitu aku membuka mata. Mas Juna malah berjalan ke arah luar. Gelas itu dia letakkan di wastafel. Beberapa jam berlalu Mas Juna tak kembali lagi. Pria perhitungan yang selalu menyuruhku mencatat semua pengeluaran dan pemasukan secara rinci tanpa tertinggal sedikit pun. Bersamanya aku merasa menjadi orang yang sangat munafik. Hanya demi terus mendapatkan kehidupan yang layak untuk orang tuaku aku bahkan rela melakukan apa pun.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai catatan harian sang pembunuh
Baca
+Pustaka
Dibuang Mantan, Dikejar CEO Sultan

Dibuang Mantan, Dikejar CEO Sultan

"Apakah ini... kode untuk sesuatu yang jahat? Apa mungkin ini... perintah untuk misi pembunuhan?" Ia teringat pekerjaan lama Fathan. Pikiran tentang itu, membuat Shanti terkejut hingga nyaris menjatuhkan buku catatan di tangannya. "Mengapa Fathan masih menyimpan catatan ini dalam laci terkunci?" Meskipun sudah tahu Fathan memiliki masa lalu yang kelam sebagai pembunuh bayaran dengan kode nama Z-One, Shanti selalu berusaha mengesampingkan pikiran itu, berpura-pura bahwa masa lalu Fathan tidak akan memengaruhi hubungan mereka sekarang.
1092.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai catatan harian sang pembunuh
Baca
+Pustaka
Setahun Menikah Masih Perjaka

Setahun Menikah Masih Perjaka

Aku meneguhkan hati, agar tak terlihat menyedihkan. "Syukurlah. Aku berharap, kau semakin pulih." "Tentu," sahutku tegas. "Oh ya, aku menonton berita pagi ini, rumah chef Budi menjadi tempat pembunuhan berantai. Aku tak menyangka, pria seramah itu, adalah pelakunya, sayangnya dia telah mati dan membusuk. Pembantu rumah tangganya yang melapor ke polisi. Namanya Fatimah, apa kau mengenalnya? Dia mengenalmu."
9.973.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai catatan harian sang pembunuh
Baca
+Pustaka
Shadow Under The Light

Shadow Under The Light

Ya, si pekerja keras yang bodoh ini adalah aku. *** Sudah seharian aku memporak-porandakan rumah ini, membongkar semua barang-barang Axel. Berharap menemukan petunjuk kemana dia akan pergi? Atau siapa mangsa selanjutnya? Axel selalu merencanakan pembunuhannya dengan hati-hati, mengenali mangsanya, mendekati dan mencabut nyawa mereka. Sebuah buku catatan kecil yang terletak di meja telepon menyita perhatianku, aku menelusuri kertas putih tersebut, memperhatikan lengkungan bekas jiplakan tulisan.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai catatan harian sang pembunuh
Baca
+Pustaka
Sang Pemburu Nyawa

Sang Pemburu Nyawa

Ia menepuk kepala gadis itu lembut. "Aku menantikan pertemuan kita selanjutnya, Nona. Tapi, apa kau siap dengan bibir mautku? Hahahaha. " Ia berbisik di telinga gadis itu dan berlalu dengan tertawa puas. ****** Jezin, seorang pemburu nyawa dari kalangan peri. Jezin ditugaskan untuk memburu para gadis yang mencapakkan laki-laki yang tulus mencintai mereka.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai catatan harian sang pembunuh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status