Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda
Kata-kata ancaman yang baru ia terima masih berputar di kepalanya, tapi genggaman Adrian di tangannya membuatnya merasa lebih kuat.
“Kita harus siapkan semua detail,” kata Adrian. “Tanggal, tempat, siapa yang hadir. Semua harus rapi.”
Callista mengangguk. “Aku akan bantu.”
Bramanta masuk, membawa setumpuk kertas baru. “Ini catatan lamaku. Semua percakapan, semua email yang pernah kuarsipkan. Mungkin ada yang berguna.”
Adrian menerima, menatapnya penuh rasa hormat. “Terima kasih, Prof. Dengan ini, kita punya lebih banyak amunisi.”
Hot Chapters