DIARY SKIZO
Terbersit rasa khawatir, tapi sekuat hati berusaha untuk tak memikirkannya.
Semenjak tak bertemu dengan Mas Ichsan, kegilaanku kambuh. Kembali bermain dengan para buaya seolah yang kumainkan hanyalah sepak bola. Menendang, goal, lalu bubar setelah dirasa lelah. Tanpa komitmen, tanpa imbalan, tanpa perjanjian dalam bentuk apapun. Kami hanya partner bermain yang melakukannya secara profesional, tanpa sedikitpun perasaan.