LEBIH BAIK KITA BERPISAH
***
PoV ERIKA
"Kemana saja kamu, Ka? Coba hilangkan sikapmu yang liar itu!"
Aku berhenti, melepaskan lagi handle pintu butik. Beberapa karyawan dan pengunjung menoleh demi mendengar suara Mama.
"Mama mau mempermalukan aku?"
Mendengar nada suaraku yang rendah, Mama tersadar. Dia lalu menarik tanganku menaiki tangga ke lantai atas.
"Seharusnya, kalau kamu nggak ke Australia, kamu sudah Mama nikahkan sama anak tante Ivanka, teman Mama yang tadi."