Sembilan Ekor Untuk Sebuah Dendam
Bruk
Tubuh Hae-rin terpental, saat ia akan jatuh, tiba-tiba sepasang tangan yang hangat mendekapnya dengan erat,
"Hati-hati nona" ujar pria itu
Saat mata mereka bertemu, debaran aneh itu kembali muncul, Hae-rin bisa merasakan salah satu kekutan miliknya ada pada pria itu,
"Maaf aku tidak sengaja"
Dari kejauhan Seung-min yang melihat itu berjalan mendekat, melepaskan rasa canggung antara mereka berdua,
"Bro lepaskan pelukanmu, ia tidak akan jatuh lagi"