LEBIH BAIK KITA BERPISAH
Aku mende-sah, mau bilang : Ma, kan acaranya di dalam rumah, aku nggak perlu sepatu baru, tapi Mama sudah keburu beranjak ke tempat yang ditunjuknya, meraih sepatu itu, berbarengan dengan sepotong tangan lain yang mengambilnya.
"Oh, maaf."
Dua suara bicara bersamaan. Seorang wanita seusia Mama tersenyum sambil memegang sebelah sepatu di tangannya. Sementara yang sebelah lagi ada sama Mama. Pelayan butik yang sejak tadi melayani kami, diam sesaat.
"Silahkan, anda duluan." ujarnya lagi.
Mama mengucapkan terima kasih dan menyuruhku mencoba sepatu itu, yang ternyata sangat pas. Butik ini hanya menjual satu barang pada setiap item-nya. Jadi dipastikan tak ada barang yang sama dengan yang Mama peg