Gairah Cinta Yang Berdosa
ujarnya dengan santai, tanpa merasakan dosa sedikit pun, “Yang salah sepertinya dirimu, Cecilia. Evan sering bercerita padaku bahwa kau tidak bisa diajak seks. Jadi, ya aku memberinya bantuan.”
Cecilia muak sekali dengan gaya bicara wanita itu. Namun, rasanya meledakkan amarah secara membabi buta adalah hal sia-sia, karena rupanya Bertha setidakberperasaan itu.
“Hanya seks, Cecilia. Di era sekarang, itu bukan hal tabu lagi. Aku dan Evan hanya saling memberi dan menerima,” kata Bertha lagi. “Tapi, sepertinya Evan mulai goyah dan belakangan ini sering bermain bersamaku.” Dia tertawa bahagia. Tawa yang bak nyanyian kematian.
Bab Populer