Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Om Bule Kekasihku

Om Bule Kekasihku

Daniel duduk di sampingnya. “Aku mencintai Hamburg,” kata Nadia. “Aku tahu.” “Aku mencintaimu.” “Aku tahu.” “Dan aku juga mencintai melukis. Sekarang dunia meminta aku memilih lebih jauh” ucap Nadia. Daniel menatapnya dengan tenang. “Dunia tidak meminta kamu memilih antara aku dan seni. Dunia hanya meminta kamu memilih siapa dirimu.” Nadia menatap Daniel, matanya berkaca-kaca.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai choose one artinya
Baca
+Pustaka
Cintai Aku, Pak Dosen!

Cintai Aku, Pak Dosen!

Lukisan bunga warna-warni yang terlihat sangat cantik. "Kenapa kau berhenti?" Aerin mengangkat bahu. "Hidupku... mengambil jalan yang berbeda. Aku tidak punya waktu untuk melakukannya lagi." "Semua orang selalu punya waktu. Kau hanya memilih untuk tidak memilikinya," kata Liz serius. "Sastra dan Seni itu sama. Itu pelarian. Jangan pernah melepaskan pelarianmu." Aerin tak menjawab. Tapi hanya tertawa kecil. Tiba-tiba, sebuah suara menyapa dari belakang.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai choose one artinya
Baca
+Pustaka
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

“Artinya?” “Dari bahasa Latin. Artinya: harapan. Tapi bisa juga diartikan ‘jalan kehidupan’. Kupikir cocok… karena dia datang setelah badai besar dalam hidup kita.” Dinda terdiam. Matanya menatap Rayhan lama. “Alea…” gumamnya. “Indah.” Rayhan tersenyum, lalu menyentuh perut Dinda. “Alea, kalau kamu dengar Ayah, tendang pelan, ya.”
88.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai choose one artinya
Baca
+Pustaka
Enemate, Enemy To Soulmate

Enemate, Enemy To Soulmate

ucap Xander. "Iya. Aku memamerkan ada sepuluh lukisan dan aku kurang dua. Ternyata keputusan aku kemari, mendapatkan banyak inspirasi. Jadi aku bisa membuat dua lukisan tersisa." Prudence menjawab pertanyaan Xander sambil terus melukis. "Kenapa kamu memilih aliran realisme?" Prudence tersenyum. "Karena aku suka yang realistis. Aku tidak suka abstrak dan kubisme. Aku suka sesuatunya seperti apa adanya. Obyek apa adanya itu lebih menyenangkan."
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai choose one artinya
Baca
+Pustaka
Bukan Pengawal Biasa

Bukan Pengawal Biasa

“Tak sembarang orang bisa menembusnya kecuali yang benar-benar dia inginkan.” “Woow!” Art terkagum. “Maksudmu jendela mupeng itu?” Telunjuk dan tangannya menunjuk asal mengarah. “Mungkin.” Art lagi berdecak kagum. “Lain kali aku harus punya yang seperti itu. Tapi .... ” Dia memajukan wajah ke depan Shiloh. “Apa benar semenakjubkan itu?” tanyanya seperti bocah, hanya berlagak saja.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai choose one artinya
Baca
+Pustaka
Aku Hamil Anak Musuhku

Aku Hamil Anak Musuhku

Diana mengerutkan kening. “Apa itu artinya?” “Artinya… kamu yang pilih.” Diana terdiam. Pilihan. Kata itu terasa berat. Karena untuk pertama kalinya— Ia sadar. Ia benar-benar punya pilihan. Namun tidak satu pun terasa benar. Ia menatap Randy. Lama. Seolah menunggu sesuatu. Namun Randy tidak berkata apa-apa lagi. Hanya diam.
612 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai choose one artinya
Baca
+Pustaka
Cinta yang hilang

Cinta yang hilang

Setiap kelas boleh memamerkan apa saja dari patung, lukisan, hingga design pakaian sekalipun. Kebanyakan teman-teman Dimas memilih patung karena mudah dibuat, tinggal menuang adonan cor nya di cetakan, lalu jadilah patung. Namun Dimas lebih memilih lukisan karena ingin memberikan yang terbaik bagi kelasnya. Dimas ingin menyajikan sebuah karya indah yang memiliki makna dan memberikan kesan yang mendalam. Hanya saja, sekarang Dimas sedang buntu mau melukis apa.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai choose one artinya
Baca
+Pustaka
Pilihan Kedua

Pilihan Kedua

Pose dengan wajah tanpa ekspresi, dan menatapku lurus, bak sedang menjalani pemotretan. Well, sudah kubilang kalau Bara ini tak terlalu buruk. Tatonya sangat menarik perhatianku, tapi ia terlalu mengumbar kalimat manis yang sangat kubenci itu. Tapi jika hanya untuk candaan, Bara ini sangat cocok. Aku akan lebih memilih sepuluh orang yang mirip Bara, di banding satu orang seperti Clarissa. “Oh ya, kamu udah denger kalau Pak Erlangga bakal nginep di sini lagi?” tanya Bara ketika tertawa kami sudah menghilang sepenuhnya.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai choose one artinya
Baca
+Pustaka
Istri Simpanan Tuan Muda

Istri Simpanan Tuan Muda

Pff, pilihan yang sulit. “Sayang, kamu lihat dulu… aku cocok yang mana?” Laura memberikan beberapa pilihan dan di antaranya masih berupa foto-foto di katalog. “Yang ini bagus… ini juga.” Balasku cepat sambil melihat sekilas. “Pilih satu, Sayang…” pinta Laura sambil mendekati telingaku. Dia benar-benar tahu titik kelemahanku sekarang. “Aku tidak bisa memilih. Jika kamu suka, ambil saja dua-duanya…”
1032.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 678 kali sebagai choose one artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status