DONATUR ASI JADI CINTA CEO
Sebuah benda logam kecil berupa chip hitam seukuran biji jagung, terlempar keluar dari kulitnya, masih mengepulkan asap.
Mikhail memungutnya dengan penjepit steril, wajahnya tegang. “Selesai. Chip terputus sepenuhnya.”
Yaros menatap Nadine cemas. “Sayang, kau dengar aku?”
Perlahan, Nadine membuka mata. Wajahnya pucat, tetapi senyum tipis menghias bibir. “Ya. Untuk pertama kalinya, aku tidak merasa terhubung ke siapa pun.”