Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mandul

Mandul

"Katakan, apalagi setelah ini? Aku benar-benar hina. Aku benar-benar telah hancur! Kenapa? Kenapa begini?" Dengan langkah tertatih, Riri berjalan terseok menuju kamar mandi. Membersihkan diri dari jamahan lelaki gila yang baru saja dia temui. "Dasar! Semua lelaki memang binatang!" desis Riri dibawah guyuran air shower. Tiba-tiba kedua netranya menatap lekat kearah bathup yang berisi air hangat. Tanpa berfikir dua kali Riri menenggelamkan diri didalam bathup.
105.0K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as cibiran
Read
+Library
Kelabu

Kelabu

tanya Dania dengan bibir yang bergetar. "Kurang jelas apalagi sih? Gue benci sama lo!" jawab Ceri sambil menunjuk kasar Dania. Gadis itu menutup mulutnya karena tak juga mampu menahan bau menyengat. "Huwek ... bau!" ucapnya dengan wajah mual. Tak lama gadis itu berjongkok dan mensejajarkan tubuhnya dengan Dania yang kini gemetaran. Rasa nyeri di tubuhnya dan bau busuk yang menusuk indra penciumannya membuat air matanya menetes pelan.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as cibiran
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Dia Mahisa Birawa! Usia lelaki itu sebenarnya telah lewat enam puluh tahun. Tapi karena memiliki ilmu 'Seribu Wajah Berganti-ganti', dia mengubah raut wajahnya hingga mirip seorang pemuda tiga puluh tahunan. Dengan ilmu yang dimilikinya, Mahisa Birawa dapat mengubah raut wajah dan bentuk tubuhnya sekehendak hati. Bahkan, menjadi seorang wanita sekalipun! Karena itulah orang-orang di rimba persilatan menjulukinya dengan sebutan Iblis Seribu Wajah. Dan kalau sekarang dia berada di Padang Angin Berkabut, pasti karena mempunyai urusan penting. Hal itu terbukti setelah dia berkata... "Agaknya, kita harus memutar haluan lagi, Gamabunta. Orang yang telah melarikan Katak Wasiat Dewa itu tentu bermak
1028.3K viewsOngoingAdded to Library 849 Times as cibiran
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

Digantinya buku pelajaran itu dengan buku berwarna biru yang berisi keseharian Ocin. Ocin memang hobi menulis. Dia menulis sesuatu yang dialaminya sendiri, pemikirannya, perasaannya, dan bahkan imajinasinya. Ocin tuangkan semuanya dalam tulisan. Termasuk keluh kesah yang dirasakannya selama ini diperlakukan buruk oleh lingkungan sekitar dan sekolah.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as cibiran
Read
+Library
DINAR

DINAR

tanya dinar penasaran "aku tidak tau sekarang dia dimana, tapi dia berasal dari dunia berbeda dengan kita" "apakah dia dari laut kek?" "kenapa kamu berfikir begitu?" "ah tidak, karena aku melihat sisik itu, mungkin saja dia keturunan duyung" ucap dinar serius kakek terbelalak seketika, dan melihat itu dinar merasa fikirannya tepat, tetapi kakek tidak ingin menjelaskan. "ya mungkin saja, aku akan menceritakannya kepada kalian nanti jika semuanya sudah baik-baik saja" ucap kakek memalingkan wajahnya
105.7K viewsCompletedAdded to Library 170 Times as cibiran
Read
+Library
Cinta sang Petualang

Cinta sang Petualang

Merangkul tubuh yang lembut dan halus dengan paksa, dia dengan ganas mencium bibir harum wanita itu. "Euch……" Wanita itu mengeluarkan erangan rendah, tampaknya liar tentang ciuman keganasan Albert, namun dia gembira karena lidahnya melilit.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as cibiran
Read
+Library
Gemintang

Gemintang

Revian—si penyanyi andalan sekolah yang menjuarai beberapa festival, Narthana—mantan kapten tim sepakbola, Jivan—penari yang sudah sering ikut lomba hingga skala nasional sementara Arusha—dia terkenal sebagai juara pidato bahasa Mandarin. BMW putih tersebut akhirnya melaju meninggalkan sekolah, menembus jalanan kota Jakarta. *** “Ada tamu ternyata,” suara Jilaine menyapa pendengaran mereka. “Loh, ada Mama disini,” mata Revian membulat kaget. “Tadi Mama mau antar makanan sama furnitur baru,” “Halo, Tante,” sapa Narthana, Jivan dan Arusha bersamaan.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 173 Times as cibiran
Read
+Library
Renggali

Renggali

Mata yang saling memandang, dengan senyum dia berbisik di telinga Riska. Memang cinta itu bagaikan pedang bermata dua. Bisa membuat bahagia, dan juga sebaliknya. Seperti roda yang berputar! terkadang melayang tinggi, dan juga bisa terjun jatuh dengan berbagai ranjau di bawahnya. Saking miripnya dengan pohon sakura yang hanya ada di jepang? Orang-orang setempat juga menyebut pohon ini adalah pohon sakura Gayo. Namun? Itu hanya sebuah julukan saja.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as cibiran
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Begitu memasuki rumah makan, seorang pelayan menyambut kami dan memberikan daftar menu. "Haruan cacapan limau kuit," ujarku pada pelayanan rumah makan. Ikan haruan atau ikan gabus memang sangat sempurna saat dipadukan dengan cacapan limau kuit. Cacapan limau kuit sejenis sambal berbentuk cair, terbuat dari irisan bawang merah mentah, diberi irisan limau kuit serta cabe rawit. Tak lupa garam dan air secukupnya. Rasanya sangat segar. Menggugah selera.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as cibiran
Read
+Library
Ciuman Pengkhianat

Ciuman Pengkhianat

Lalu Lidya mengirimkan foto anjing peliharaannya yang sedang makan iga. "Kak Raline, Hachiko nggak suka makanan terlalu asin. Lain kali kurangi garamnya, ya." Aku berhenti melamun dan menatap pria yang tampak sedikit menyedihkan ini. Di satu sisi, Arkan mendambakan kenikmatan menaklukkan Lidya, kenikmatan dari kelucuannya. Di sisi lain, dia mendambakan kelembutan dan kedewasaanku yang selalu ada untuknya.
8.0K viewsCompletedAdded to Library 225 Times as cibiran
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status