VERDINDA
Kafe bernuasa klasik yang memberi kesan enak dipandang mata, aroma coklat yang khas merasuk dalam indra penciuman, hingha membuat hati seseorang akan menjadi betah berlama-lama disini.
"Katanya temen, kok diem-dieman?" Kata Vanya membuat Dinda menatap cowok itu kesal. "Oh iya kan Kak Verdi sangat rapi dalam menyimpan kata-katanya."
Mereka menyantap makanan dengan lahap, setelah beberapa menit menunggu. Selesainya, mereka menyibukkan diri dengan bermain benda kecil yang selalu mereka bawa kemana-mana. Ponsel selalu ada kapan saja dan dimana saja, bukan?
Hot Chapters