Selir Kesayangan Suamiku
Bunga pepaya, daun pepaya, pare.
“Masyaallah sudah seperti pedagang sayur saja kulkasku sekarang, semua makanan ada” kata Sifa sendiri.
Begitu mertuanya setiap kali berkunjung. Membawakan semua panenan hasil kebun, serta olahan makanan yang kiranya awet untuk mereka berdua. Betapa bersyukurnya Sifa, tak semua wanita bisa berkesempatan memiliki mertua yang amat sangat baik dan perhatian sepertinya. Setelah beberes, Sifa langsung menyalakan kompor. Membuatkan kopi untuk kedua mertuanya, Ibu mertuanya juga sangat menggemari minuman kopi. Sifa membuka wafer pemberian kedua orangtuanya, menyuduhkan bersama dua gelas kopi pahit dan segelas kopi susu untuk suaminya. Dengan hati- hati dia membawa na