Sentuh Aku, Pak!
tanya Keina.
Mata Kahfi melebar sedikit, dia tatap cangkir di tangannya dengan ekspresi yang tidak bisa Keina artikan.
"Enak. Kamu pernah jadi barista di kafe, Na?" Karena racikan kopi dari tangan seseorang yang berpengalaman itu memiliki ciri khas, dan Kahfi menemukan rasa itu di kopinya pagi ini.
Dengan cepat Keina mengangguk, "Iya. Dulu aku pernah kerja part time di kafe pas kuliah. Lumayan lama, sekitar dua tahunan."