Permainan Kakak Kandungku Yang Janda
PoV Panjul
*
"Bos, maaf, maafkan saya."
Tatapan Bos sudah tak enak. Dia melihatku seperti seekor kucing yang sedang lahiran.
"Coba kamu perhatikan, ini seharusnya harus selesai 70%. Paling tidak, pengerjaan harus sudah selesai 55%. Nah ini, kenapa masih begini? Tadi saya lihat sejak datang, para pekerja juga kayaknya malas-malasan. Mereka sibuk yang minum kopi, bolak-balik bawa martil, ngaduk semen sama pasir juga lama! Gimana ini? Baru setelah saya datang mereka kerja giat begitu!" celetuk bosku. Gawat, dia sudah marah begini. Bola matanya sampai akan loncat ke dasar lantai. Memang dasarnya matanya menonjol, sedang marah begini jadi semakin menakutkan.
Hot Chapters