A DEAL WITH COLD PROFESSOR
Tatapannya dingin, sibuk dengan pikirannya sendiri, seolah aku hanyalah bayangan samar yang kebetulan ada di hadapannya.
Di titik ini aku sadar, aku sudah lelah menunggu. Jika dia memilih diam, maka aku pun akan memilih jalan yang sama. Bukan karena aku tidak ingin bicara, tapi karena aku harus menjaga diriku sendiri. Aku tidak mau terus-menerus merasa seperti orang bodoh yang menanti perhatian dari seseorang yang hatinya mungkin sudah tidak lagi di sisiku.
Aku menarik napas panjang, mencoba meneguhkan diri. Kalau diam membuatnya nyaman, maka biarlah aku diam. Aku tidak akan memaksakan diriku pada seseorang yang bahkan tidak mau menoleh padaku.
Bab Populer