Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Berjuang Napas Kembali

Berjuang Napas Kembali

Terstimulasi oleh kata-kata Yudi dan berendam di dalam air dingin, aku mulai demam di malam hari. Setelah minum obat demam, pintu kamarku mendadak ditendang hingga terbuka. Yudi masuk dari luar dengan ekspresi marah, lalu menyeretku dari ranjang ke lantai. Dia bertanya dengan keras, "Sella, apa lagi 'permainan cari ingatan' yang kamu buat lagi? Apa kamu tahu, kalau sembarangan main air, kamu bisa nyusahin orang lain?"
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai dan demi nafas
Baca
+Pustaka
Possessive Wife

Possessive Wife

Kau detak jantung hatiku Setiap nafasku hembuskan namamu Sumpah mati hati ingin memilihmu Dalam hidupku oh sayang Kau segalanya untukku Janganlah jangan kau sakiti cinta ini Sampai nanti di saat ragaku Sudah tidak bernyawa lagi Dan menutup mata ini untuk yang terakhir Setiap nafasku Hembuskan namamu Sumpah mati Hati ingin memilihmu Dalam hidupku oh sayang Kau segalanya untukku ooh Janganlah jangan kau sakiti cinta ini Sampai nanti di saat ragaku Sudah tidak bernyawa lagi Dan menutup mata ini untuk yang terakhir Oh tolonglah jangan kau sakiti hati ini Sampai nanti di saat nafasku Sudah tidak berhembus lagi Karena sungguh cinta ini cinta sampai mati
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai dan demi nafas
Baca
+Pustaka
BONEKA KEMATIAN

BONEKA KEMATIAN

Marah. “Kalau kau tak bisa pulang ... biarkan aku yang pulang.” Bayu menggigil. Lalu bibirnya mulai bergerak sendiri. Ia tak tahu bagaimana. Mantra itu mengalir. “Sapa kang matèni, bakal dadi dalan kanggo nyawa. Nyawaku nyambung ing dolanan, Sapa nyekel, bakal nyambung janji. Dendamku ora mati. Dendamku dadi warisan.”
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai dan demi nafas
Baca
+Pustaka
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Manusia cuma membutuhkan dua kata untuk melegakan diri setiap pagi. Ketika ia bangun dari tidur, ketika ia terjaga dari mimpi buruk, atau mimpi yang indah sekalipun. Ia hanya membutuhkan dua kata untuk berani membuka mata, menjalani nasib di dunia nyata yang tak hanya sephia, puzzle bongkar pasang yang dirangkai dalam ingatan dan disiarkan kembali jadi angan-angan. Svaha hanya butuh dua kata, ini adalah harapan, untuk menyambut matahari pagi yang menyilaukan, atau musim hujan yang gigil dan menjemukan. Dua kata itu adalah ‘masih bernafas’.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai dan demi nafas
Baca
+Pustaka
Temen Tapi Demen

Temen Tapi Demen

TEMAN TAPI DEMEN 10 Oleh: Kenong Auliya Zhafira Berpura-pura memang hal yang tidak enak dalam hidup. Karena bisa membuat semangat meredup. Shasa masih duduk seperti patung mendengar ajakan pulang dari Rey. Ia merasa tidak enak hati dan bersalah. "Ayo ...! Jangan sampai aku berubah pikiran nih?" ajak Rey untuk kedua kali.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai dan demi nafas
Baca
+Pustaka
TEMAN HIDUP

TEMAN HIDUP

Adia mengerang manja. "Ya, seperti itu, Manis!" Adia menutup mata, membayangkan Hanif yang sedang melakukan itu untuknya. Gairahnya memuncak, dan Adia mulai semakin gencar memasukkan jemarinya, lebih dalam, lebih kuat. "Hanif ... sayang," desah Adia saat merasakan gairahnya yang meluap-luap.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai dan demi nafas
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Dendam Part4 Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Mamah kembali sadar, namun Mamah teramat membuat aku dan Papah semakin khawatir. Mamah terus meracau dan menyebut-nyebut nama Alena, perasaan hati ini semakin tidak karuan. "Alena ..., Alena, jangan tinggalkan Mamah, Nak. Jangan ..., Mamah tidak kuat, tidak kuat jika harus kehilangan kamu, Nak."
1024.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 865 kali sebagai dan demi nafas
Baca
+Pustaka
Pengorbanan Demi Suamiku

Pengorbanan Demi Suamiku

Daster yang lembut menonjolkan lekuk tubuhku dan bagian ujung dadaku sedikit basah. Aku menggendong bayi, lalu dengan tangan satunya menarik turun kerah dasterku, mengeluarkan satu bagian dadaku yang lembut dan mendekatkannya ke mulut si kecil. Bayi itu langsung tenang setelah minum ASI. Melihat wajah kecilnya yang bahagia, hatiku juga terasa hangat. “Bluk.” Terdengar suara menelan ludah, aku terkejut dan segera menoleh ke belakang.
2.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai dan demi nafas
Baca
+Pustaka
Dikhianati Calon Istri Dan Ayah

Dikhianati Calon Istri Dan Ayah

harapnya dengan menghembuskan nafas pelan-pelan Next? Like komen and subscribe
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai dan demi nafas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status