Dendam Sang Pewaris
Ia tahu bahwa dalam permainan ini, kepercayaan adalah mata uang paling mahal—dan mungkin juga paling mematikan.
Beberapa jam kemudian, Anisa duduk di ruang rapat, menatap layar laptop yang menampilkan rekaman video pertemuan terakhir dengan sekutunya. Di layar, pria itu masih menunjukkan sikap tenang, namun sejujurnya, itu malah menambah kecurigaan dalam hati Anisa. Ada sesuatu yang tak beres, meskipun ia tidak bisa memastikannya.
Dimas masuk dengan langkah cepat, menghentikan lamunan Anisa. "Bagaimana pertemuan dengan Kallen?" tanyanya, sambil duduk di hadapan Anisa.
Hot Chapters