Chemistry Chapter
Dewa menutup map itu dengan sentakan pelan, lalu melemparkannya kembali ke arah Zea.
Zea tertegun. "Maaf, Pak? Ada yang salah?"
"Semuanya salah," jawab Dewa datar, bersedekap dada sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. "Saya meminta Anda meringkas, Saudari Zea. Bukan memindahkan teks putusan pengadilan ke lembar baru. Ini terlalu bertele-tele. Saya tidak butuh latar belakang kasus yang tidak penting di bab awal, saya hanya butuh rasio decidendi dan inti pertimbangan hakimnya."