Dendam yang Tak Terlupakan
Javier berdiri diam di tengah ruangan sambil mencoba membayangkan apa yang dilakukan Hana tepat sebelum ia menghilang tanpa jejak.
"Hana, kamu di mana?" bisik Javier dengan suaranya yang parau.
Pandangannya tertuju pada kompor yang dingin dan kaku di dapur. Biasanya pada jam segini, Hana pasti sedang sibuk berkutat dengan panci dan memasak ramen instan yang menjadi makanan favoritnya. Meski dunia Hana tidak memiliki cahaya, ia adalah sosok yang luar biasa mandiri. Ia hafal setiap jengkal dapur ini, tahu persis letak bumbu, dan mampu menggunakan insting serta pendengarannya untuk beraktivitas layaknya orang normal.