Penyamaran CEO Tanaka
Ardi melirik Maya sekilas — cara jalannya, cara menunduk, bahkan caranya menahan tawa — semuanya tampak ringan, tapi memiliki kekuatan yang sulit dijelaskan.
Dalam hati, Ardi mengakui sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Rasa kagum.
Kagum pada kesederhanaan yang tak berpura-pura. Pada seseorang yang hidup dengan tujuan nyata. Dan pada perasaan baru yang tumbuh pelan-pelan tanpa izin.
Malam itu, saat kembali ke kamar kosnya, Ardi membuka catatan kecil yang selalu ia bawa. Pena itu bergerak pelan, menulis satu kalimat singkat: