Secangkir Kopi Untuk CEO
Agra melirik Sagara lalu kembali memandang laut.
“Siang itu, saat jam istirahat sekolah tiba. Aku dan Anita diberi tugas oleh pak Mahmud untuk menyalin lembar ujian anak kelas 3. Dengan hanya berdua saja dengan Anita, kami menuju ruang OSIS untuk menyelesaikan tugas itu secepat mungkin. Ruang OSIS saat itu sedang sepi, jadi hanya ada aku dan Anita saja. Entah ke mana semua anggota yang lain, itu lah yang terbesit dalam pikiran kami berdua. Singkat cerita kami mengerjakan tugas itu berdua. Dan entah mengapa, saat kami berdua dalam ruangan yang cukup luas itu, aku memikirkan satu hal. Aku yang mengagumi sosok Anita, berpikir untuk memilikinya. Jika dipikir oleh diriku yang sekarang, aku yang d
Sikat na Kabanata