Sang Penjaga Pajajaran
“Ya. Waktu—saat antara waktu. Di sinilah kita diuji, bukan oleh musuh, tapi oleh makna waktu itu sendiri.”
Langkah Arjuna perlahan membawa mereka ke arah pusat cahaya di tengah hamparan itu. Semakin dekat, semakin jelas terlihat bahwa cahaya itu memancar dari sesuatu. Tepatnya dari sebuah batu tinggi berbentuk prisma yang melayang setengah meter di atas tanah. Tampak pula dengan tulisan aksara kuno berpendar di permukaannya.
Arjuna menatap ukirannya, mencoba membaca. “Sangkaning rasa, sangkaning waktu, sangkaning jati diri.” (Asal rasa, asal waktu, asal jati diri.)
Hot Chapters