Dear Gavin (INDONESIA)
Tanpa ada sedikit pun kelembutan, Gavin menududukanku di salah satu sofa dan memaku mata kami agar tetap mengunci sedang mulutnya terus berbicara dengan Connor Black.
“Aku akan menghubungimu lagi nanti, ada sesuatu yang harus kuurus,” ucap Gavin menutup panggilan dan dari ekspresinya yang fokus pada layar di depan wajah, aku yakin dia sedang memeriksa aduan Connor.
Kerutan di wajah Gavin semakin dalam, begitu pula dengan alisnya yang saling bertaut dan wajah berubah semerah bata.
“Jelaskan padaku maksud ini semua,” ucap Gavin dengan rahang mengeras sembari memperlihatkan foto sensual di atas kasur yang tadi kuunggah di Ingram.
Chapitres populaires