Dua Sisi
timpal Rumi.
Ayu masih terus tertawa sambil menunjuk ke arah wajah Ameera. Bude Darmi, Rumi, dan Kendis turut memperhatikan wajah Ameera. Pada akhirnya, mereka juga ikut tertawa. Terlebih Kendis, suara tawanya sangat keras melebihi yang lainnya. Ameera semakin heran. “Kalian kenapa, sih? Emang ada yang lucu, ya?”
“Aduh, Ra! Mending kamu ngaca! Itu loh wajahmu, wes koyo badut seng ono neng tipi-tipi kae!” ungkap Kendis yang masih terus terpingkal.
Hot Chapters