Berpisah Untuk Bersatu
"Mengikuti Ema masuk ke ruang tamu. Dia menunjukkan pada saya bagaimana Kenzo sudah tidak bernapas, berbaring terbentang di sofa. Tangan kanannya terjuntai ke bawah. Saya sangat takut, terkejut karena memang benar, Kenzo sudah tak bernapas. Di dadanya sudah tidak ada pergerakan sama sekali tetapi saya tak berani menyentuh. Apalagi setelah memperhatikan wajahnya yang pucat biru, saya langsung menjauh. Menyarankan Ema untuk menelepon polisi."
Oh, hampir saja aku menangis saat menyelesaikan penjelasan. Bukan apa-apa. Kenzo pribadi yang baik, sangat baik. Nahas sekali, hidupnya berakhir dengan seperti ini. Kalau aku tak salah dengar, Ema sempat menyebut-nyebut alkohol tadi tapi tak tahu bagaima
Capítulos em Alta